Perkembangan Asuransi Syariah Indonesia

Meskipun tidak sesemarak perbankan syariah, perkembangan asuransi syariah juga cenderung positif dari tahun ke tahun. Berdasarkan data Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK), hingga bulan November 2007, telah ada setidaknya 38 perusahaan asuransi yang beroperasi sesuai dengan ketentuan syariah. Perinciannya, dua unit merupakan perusahaan asuransi jiwa syariah, satu unit merupakan perusahaan asuransi kerugian syariah, 13 unit merupakan perusahaan asuransi jiwa konvensional yang mempunyai cabang syariah, dan 19 unit merupakan perusahaan asuransi kerugian konvensional yang membuka cabang syariah. Sisanya, sebanyak tiga unit merupakan perusahaan reasuransi yang mempunyai cabang syariah. Pada akhir tahun 2002, nilai aset asuransi jiwa syariah baru mencapai Rp 255 milyar. Pada September 2007, nilai aset tersebut telah meningkat menjadi Rp 763,98 milyar. Peningkatan aset juga diikuti dengan peningkatan klaim dan investasi. Nilai klaim asuransi jiwa syariah pada Desember 2002 hanya Rp 28 milyar, sementara pada September 2007 mencapai Rp 139,44 milyar. Begitu juga, nilai investasi asuransi jiwa syariah pada akhir tahun 2002 baru sebesar Rp 228 milyar, sementara pada September 2007 telah menjadi 535,6 milyar.

Untuk asuransi kerugian syariah, pada akhir tahun 2002, nilai asetnya baru mencapai Rp 51,44 milyar. Pada September 2007, nilai aset tersebut telah meningkat menjadi Rp 627,46 milyar. Nilai klaim asuransi kerugian syariah pada Desember 2002 hanya Rp 23,6 milyar, sementara pada September 2007 telah mencapai Rp 184,58 milyar.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>